REVENGE
REVENGE
Di sebuah perkampungan terdapat sebuah konflik
antara pemuda kampung dan preman brutal yang sudah lama usai akan tetapi para
preman tersebut ingin melakukan perluasan wilayah dan memicu terjadinya konflik
baru.
(Di
Markas Preman Pacul)
Adi :
(Bangun dari pingsan, keadaannya lemah dan kedua tangannya terikat)…
Yasin :
(Menatap Adi dan mengambil pistol dari saku belakang serta menodongkannya ke
arah Adi).
Adi :
(Panik dan ketakutan).
Yasin :
DOR… DOR (menarik pelatuk pistol yang tidak ada peluru). HAHAHAHAHAAAAA….
(menyodorkan pisau daging kepada anak buah). Abisin.
Adi : Suatu saat kalian semua akan
menyesali perbuatan ini!
Anak
Buah 1 : (Mengambil pisau daging)
Anak
Buah 2 : (Meletakan tangan Adi di atas
meja)
Adi : TIDAAKKKKKKK!!!
(pergantian
scene di pasar, seorang ibu-ibu memotong daging)
Theca : Ayam ayam ayamm… Ayamnya mas
Pembeli : Berapa ini ayamnya?
Theca : oh kalo yang ini murah mas,
kalo yang ini baru dateng jadi agak mahalan.
Pembeli : Bisa diskon bu?
Theca : Bisa-bisa kalo ambil lebih mas.
(dari
arah kejauhan para preman datang.. dan menghapiri ibu-ibu penjual ayam).
Pembeli : Ini bu ambil kembaliannya aja
(berlari kabur)
Theca : Eh mas tunggu… ini kembaliannya
Anak
Buah 3 : (menghadang pembeli) apa
liat-liat lo?!
Pembeli : (kabur)
Anak
Buah 3 : Mana setoran!
Theca : Apa-apaan ini mas?
Anak
Buah 3 : Mulai sekarang, wilayah ini
milik kekuasaan Pacul!
Theca : Ah engga bisa gitu dong mas
Anak
Buah 4 : Kamu nantang kami (sambil
mengambil pisau daging milik ibu-ibu)
Anak
Buah 2 : BACOT! (memukul pipi ibu-ibu)
(ibu-ibu
tersebut di hajar oleh para preman. Disaat itu, seorang pemuda sedang berjalan menuju
arah pasar dan melihat kejadian tersebut.)
Angga :
Wah gawat! Itu kan ibunya Bagas. Aku harus memberi tahunya. (berlari
meninggalkan tempat).
Anak
Buah 1 : Dapat Boss (mengambil uang
ibu-ibu)
Yasin : Cabut.
(preman
meninggalkan pasar)
Angga :
(berlari sambil berteriak memanggil Bagas).
Bagas :
Ada apa nih?
Angga :
(terengah-engah) Gass….
Bagas :
Ada apa? Cobak tenang dulu dan jelaskan dengan pelan-pelan.
Angga :
Ibumu (terengah-engah).
Bagas :
Ibuku kenapa?
Angga :
Ibumu di keroyok Preman Pacul di pasar sekarang!
Bagas :
(Kaget) ASTAGA! Ayo kita kesana.
Angga :
Ayo cepat sebelum terlambat.
(Mereka
berlari menuju kepasar)
Bagas :
Bu ada apa bu?
Angga :
Ibu tidak kenapa-kenapa?
Theca : (Menangis)
Bagas :
Baik mari kita obati dulu luka ibu.
Angga :
Ide yang bagus.
(membawa
ibu menuju kerumah).
Theca : Sudah nak ibu sudah baikan
sekarang. Terima kasih
Bagas :
Bu, apa benar ini semua perbuatan preman Pacul?
Theca : memang benar nak, tapi lebih
baik dibiarkan saja, jangan kita membalas dendam.
Angga :
Ibu jangan ngomong seperti itu! Mereka sungguh keterlaluan sampai membuat ibu
seperti ini. Kalau nanti aku ketemu mereka, akan ku abisi satu per satu.
Theca : Huss jangan ngomong seperti
itu, sudah ibu mau berbaring dulu di kamar.
Bagas :
Hati-hati bu.
Angga :
Ayo sekarang kita beli jos susu dulu di warung sebelah.
Bagas :
Ayo, aku haus nih.
(Di
tengah perjalanan menuju warung)
Bagas :
Eh itu kan anak buahnya Preman Pacul?
Angga :
mana?
Bagas :
Itu yang beli coki-coki!
Angga :
Benar juga, ayo kita balaskan dendam ibumu.
(Angga
dan 2 menghampiri anak buah Pacul)
Bagas :
Kamu ya yang keroyok ibuku? Rasakan nih!
(Angga
dan Bagas mengeroyok anak Buah Pacul. Namun anak buah itu berhasil lolos).
Anak
Buah 2 : Sial, aku harus laporkan ini
kepada Yasin.
Angga :
Rasakan itu!
Bagas :
Dasar preman abal-abal!
Angga :
jangan pernah rusuh di kampung kami lagi!
Bagas :
Yuk kita beli jos susu dulu.
(Disamping
itu…)
Anak
Buah 2 : (Membuka pintu markas sambil
terengah-engah)
Anak
buah 4 : Kenapa kamu bro?
Anak
Buah 2 : Boss, anaknya ibu-ibu kemarin
yang kita palakin mukulin saya Bos.
Anak
Buah 3 : Apa?! Kita harus bertindak Bos!
Anak
Buah 1 : Benar, kita tidak boleh diam!
Kita hajar sekarang Bos!
Yasin : Tenang… Dimana mereka sekarang?
Anak
Buah 2 : Terakhir saya liat beli jos
susu di Warung.
Yasin : Kalian dengar itu? Beri mereka
pelajaran.
Semua
AB : SIAP BOS!!!
(Semua
anak buah menuju warung jos susu)
Bagas :
Gimana nih keadaan kamu sama Sinta?
Angga :
Ah ya biasa lah, kita makin deket gitu.
Bagas :
Wihh mantap, yaudah PJ dulu dong.
Angga :
Udah sini aku bayarin sus ayam.
Bagas :
Gitu dong bro…
(Para
preman sudah di belakang para pemuda, namun tidak ada yang menyadari)
Anak
Buah 2 : yang ini nih yang mukulin aku.
Anak
Buah 1 : Bli, Kamu ya yang mukulin temen
saya sampai seperti ini? (menepuk Angga)
Angga :
(kaget) ahhh?
Bagas :
Kalo iya kenapa?!
Anak
Buah 3 : Berani juga lo! (menghantam Bagas)
Angga :
Wah main pukul aja (membalas pukulan)
(Terjadi
perkelahian)
Pemilik
WR : WOOI… kalau mau berantem jangan
disini!!!
Anak
Buah 1 : Oke, mari kita lanjutkan di
luar aja.
Bagas :
Kamu Kira aku takut?
(Akhirnya
mereka semua keluar dari warung)
Angga :
Bro, kalo misalnya kita lawan mereka sekarang pasti akan kalah, lihat mereka
ber empat, dan ada yang membawa gear segala.
Bagas :
Bener juga, terus kita harus apa?
Angga :
Kita harus kabur dulu, nanti belakangan saja kita ladeni.
Bagas :
Ide yang bagus!
(Saat
keluar dari warung, pemuda itu langsung kabur meninggalkan preman)
Anak
Buah 4 : WOEEE JANGAN LARI LO!
Anak
Buah 3 : Ayo kejar mereka!
(Terjadi
aksi kejar-kejaran namun para pemuda berhasil lolos)
Anak
Buah 1 : Sial mereka berhasil kabur!
Anak
Buah 3 : Apa yang harus kita katakan
kepada Bos sekarang?
Anak
Buah 2 : Sudah, sebaiknya kita jujur
saja pada Bos.
Anak
Buah 4 : Ayo kita balik.
(Akhirnya
para anak buah balik ke markas untuk melapor)
Anak
Buah 1 : Bos maafkan kami, saat kami
ingin memberi pelajaran kepada mereka. Mereka melarikan diri dan kami tidak
dapat menangkapnya.
Yasin : APA?!
Anak
Buah 3 : Benar Bos maafkan kami, mereka
larinya sungguh kencang.
Yasin : Dasar kalian tidak berguna!
Semua
AB : Maafkan kami Bos
Yasin : Tapi itu tidak masalah, karena
aku akan ikut memberi pelajaran kepada mereka.
(Beberapa
hari kemudian, Preman Pacul membawa mobil dan menuju ke rumah Angga untuk
menghabisi Angga di rumahnya. Belum keluar dari mobil, dilihat Sinta sedang
menuju rumah Angga)
Yasin : (Berbicara dalam hati) hmmmm…
sepertinya itu pacarnya Angga, kalau aku culik dia, bisa membuat mereka tunduk
di hadapanku, hahahahaaaa
Anak
Buah 3 : Bos kenapa ketawa?
Yasin : Aku ada ide, kalian lihat
perempuan yang turun dari motor itu?
Anak
Buah 4 : Lihat Bos!
Yasin : Sepertinya perempuan itu sangat
dekat dengan Angga. Kita culik dia dan jadikan tawanan!
(di
lain sisi)
Sinta : (berbicara di dalam hati)
Angga kemana ya? Biasanya kalo aku parkir motor disini dia langsung keluar.
Padahal dia bilang mau nitip gorengan sama aku. Yaudah coba aku ketok pintunya
dulu.
(Beberapa
saat kemudian para preman berada di belakang Sinta dan menculik Sinta)
Sinta : HEIIIII…. TOOOL… (tidak
sadarkan diri dan menjatuhkan gorengan di lantai)
(beberapa
jam kemudian Angga datang)
Angga :
Wahhh Sinta sudah sampai di rumah, udah ga sabar nyicipin gorengan.
(dilihatlah
gorengan yang tergeletak di lantai)
Angga :
Loh kok ada gorengan jatuh disini? (dicium dan di coba salah satu gorengan)
hmmm masih hangat lagi. Jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi dengan SINTA?!
(Angga
langsung mengambil hp dan menelpon ke hpnya Sinta)
Angga :
Haloo, sayang kamu dimana?
Yasin : HAHAHAHAHAHAAAA….
Angga :
Haloo, kamu siapa?
Yasin : Apa kabarmu Nak? Sekarang
Pacarmu sudah menjadi tawananku HAHAHAAAA…
Sinta : Yanggg tolong aku, aku diculik
Preman Pacul!
Angga :
APA?! Sinta haloo halooo…
Yasin : Jika kamu ingin perempuan ini
selamat, saya tunggu di Gedung Tua dekat RS UNUD hari Minggu!
Angga :
Aku tidak akan takut! Dasar kau KEPA*AT!!!
Yasin : HAHAHAHAHAAA….
(telepon
mati)
Angga :
Aku tidak akan diam! Sinta milikku seorang! Dan dia tidak boleh sampai terluka.
(FLASHBACK)
(Di
sebuah taman duduk Angga dan Sinta saling berpacaran)
Sinta : Sayang aku seneng kita bisa
sedeket ini.
Angga :
Iya sayang, aku sangat senang kau mau menerima cintaku ini.
Sinta : Sayang
Angga :
Iya sayang?
Sinta : Jujur aku tidak mau
kehilanganmu (memeluk Angga)
Angga :
Iya sayang aku juga tidak ingin kehilanganmu, aku akan selalu menjagamu.
(END
FLASHBACK)
Angga :
(Sembari meneteskan air mata) Bagaimanapun juga aku akan berlatih dan
menghabisi Preman PACUL!
(Sejak
saat itu si Angga terus berlatih fisik dengan giat di rumahnya hingga tiba hari
yang telah di tentukan. Sebelum berangkat..)
Bagas :
Eh tumben gagah bener pagi-pagi. Mau kemana mas?
Angga :
Ini bukan urusanmu.
Bagas :
Etetettt santai bro, lemesin dulu. Kenapa bro? kali aja aku bisa menolongmu.
Angga :
Aku akan bertemu dengan preman pacul
Bagas :
Ada masalah apa? Apa yang terjadi? Tolong katakan,
Angga :
Sinta diculik, dan mereka ingin bertemu denganku di Gedung Tua dekat RS UNUD
sekarang.
Bagas :
APA?! Kenapa kamu ga bilang? Kita bisa lapor polisi! Ini tindakan kriminal.
Angga :
Aku ini laki-laki, dan aku sangat mencintai Sinta, aku rela mengorbankan apapun
kepadanya. Termasuk nyawaku ini.
Bagas :
Hmmmm baiklah kalau begitu, tunggu 5 menit saja, aku mau mandi dan kita kesana
bersama-sama.
Angga :
Tidak usah, ini bukan urusanmu. Aku hanya ingin meminta tolong kepadamu, jika
aku tidak kembali 1x24jam tolong bilang kepada ibuku aku sangat mencintainya…
Bagas :
Jangan bertindak bodoh! Kau kira preman pacul hanya seorang? Kamu mau di kroyok
mereka? Kamu tidak akan menang jika melawannya sendirian! Ayo kita kalahkan
bersama-sama. Aku ingin membalas dendam perbuatan mereka terhadap ibuku!
Angga :
Baiklah, kalau begitu kau pulang dulu kerumah mandi, kita akan bertemu di
warung jos susu 30 menit lagi.
Bagas :
Ini baru namanya teman. Oke tunggu ya.
(setelah
menunggu Bagas mandi, mereka bertemu di warung jos susu)
Bagas :
Aku sudah siap.
Angga :
Baik Ayo kita berangkat.
(Akhirnya
para pemuda itu berangkat bersama-sama menuju gedung tua. Sampai di Gedung
Tua.)
Bagas :
Bro, kamu yakin kan?
Angga :
Apapun demi Sinta! Ayo kita masuk!
(beberapa
lama kemudian mereka bertemu dengan preman pacul)
Angga :
Hei kau, cepat lepaskan Sinta!
Sinta : SAYAANGGGGGG!!!
Anak
Buah 1 : DIAM!
Yasin : HAHAHAHHAHAAAA…. Hadapi anak
buahku dulu
Angga :
(Bergerak maju) KEP*RAT LO YASINN!!
Yasin : Hajar!
Semua
AB : (Bergerak maju) HIAATTTTT!
(Terjadi
perkelahian sengit antara 2 pemuda dan 4 anak buah preman pacul. Di tengah
tengah perkelahian Yasin datang dan menusuk Bagas. Bagas berhasil menangkis dan
pisaunya mengenai perut sebelah kanan. Angga yang melihat kejadian itu langsung
menuju Yasin dan memberi pukulan keras.)
Si
Angga : Kau beraninya main
belakang, sini lawan aku one by one
Yasin : Cihh…
(Akhirnya
terjadi pertarungan satu lawan satu karena semua anak buah preman dan Angga
tidak bisa lagi melanjutkan perkelahian. Serangan awal dilakukan oleh Yasin dan
telak mengenai Angga hingga Angga jatuh dan dihajar habis-habisan oleh Yasin.)
Yasin : Dah Berani kau lawan aku ya?
Dah berani? Rasakan ini!
Sinta : ANNGGAA!!
(Saat
Yasin hampir menusuk Angga, Bagas bangkit
dan mendorong Yasin sehingga pisau yang dipegang terpental jauh)
Bagas :
(Menatap Angga dan tersenyum) Itu gunanya teman.
(Angga
bangkit dan melancarkan serangan kepada Yasin hingga bos tidak bisa berdiri
lagi).
Angga :
Cuman segini kemampuanmu hah?
Yasin : hahahahaaa… Bunuh saja aku
Angga :
Aku tidak sekejam kau! Aku masih punya hati nurani! Sekarang kau jangan lagi
kami dan kampung kami!
(Setelah
pemuda itu selesai berurusan dengan Yasin, Angga langsung menghampiri Sinta
untuk melepas ikatannya).
Sinta : Sayaanggg (mengeluarkan air
mata)
Angga :
(Sambil melepaskan ikatan) Kamu tidak apa-apa kan sayang?
Sinta : (menangis dan
menggeleng-geleng kepala)
Angga :
Aku berjanji aku tidak akan membiarkanmu terluka lagi. (dan memeluk Sinta)
(Setelah
Sinta berhasil diselamatkan, dan Bagas dapat berjalan lagi, mereka bertiga
meninggalkan tempat tersebut. Tetapi ternyata Yasin masih sadar, ia
mengeluarkan sebuah pistol dari saku bajunya dan menembak Sinta tepat di bagian
punggungnya).
Yasin : HAHAHAHAHAHHAHAAAAAA…
(Suasana
menjadi hening seketika ketika dua pemuda tersebut melihat Sinta lemas tidak
berdaya).
Angga :
Sinta… Sintaaa kamu ga apa-apa kan? (mengeluarkan air mata)
Sinta : Engga apa-apa syang… makasi
udah mau nolongin aku aku sayang sama kamu
(Itu
adalah kata-kata terakhir dari Sinta. Angga merangkul Sinta sembari menangis di
hadapannya. Sedangkan Bagas datang menuju Yasin sambil mengepalkan tangan
erat-erat.)
Bagas :
KEPPAA*AAAT!
END
selamat membaca :D :)
😂😂
BalasHapus