JARINGAN KOMPUTER
Nama :
Ni Putu Ari Sinta Dewi
NIM
:
1504505033
Universitas/Fakultas/Jurusan :
Udayana/Teknik/Teknologi informasi
Mata Kuliah : Management Server dan Jaringan
(A)
Dosen :
I Putu Agus Eka Pratama, S.T,
M.T
JARINGAN
KOMPUTER
Jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer
berjumlah banyak yang terpisah-pisah akan tetapi saling berhubungan dalam
melaksanakan tugasnya. Dua buah komputer misalnya dikatakan terkoneksi bila
keduanya dapat saling bertukar informasi. Bentuk koneksi dapat melalui: kawat
tembaga, serat optik, gelombang mikro, satelit komunikasi. Jaringan komputer
adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer yang didesain untuk
dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi (surel, pesan instan),
dan dapat mengakses informasi (peramban web).
Tujuan dari
jaringan komputer adalah agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari
jaringan computer dapat meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang
meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim
layanan disebut peladen (server). Desain ini disebut dengan sistem client-server,
dan digunakan pada hamper seluruh aplikasi jaringan komputer.
Dalam suatu jaringan komputer pengguna harus secara
eksplisit:
-
masuk atau log in ke sebuah mesin
-
menyampaikan tugas dari jauh
-
memindahkan file-file
- menangani sendiri secara umum seluruh
manajemen jaringan
Jaringan komputer menjadi penting bagi manusia dan
organisasinya karena
jaringan
komputer mempunyai tujuan yang menguntungkan bagi mereka. Tujuan
jaringan
komputer adalah untuk:
1. Resource
sharing/ berbagi sesumber: seluruh program, peralatan dan data yang dapat
digunakan oleh setiap orang yang ada dijaringan tanpa dipengaruhi lokasi
sesumber dan pemakai. Misalnya: Staff BIRO Akademik mengirimkan daftar
mahasiswa baru ke perpustakaan dalam bentuk print out dengan langsung
mencetaknya di printer perpustakaan dari computer di BIRO akademik. Atau
sebaliknya staff perpustakaan mendapatkan langsung file daftar mahasiswa baru
yang disimpan di komputer staff BIRO akademik.
2. High
reliability/kehandalan tinggi: tersedianya sumber-sumber alternative kapanpun
diperlukan. Misalnya pada aplikasi perbankan atau militer, jika salah satu
mesin tidak bekerja, kinerja organisasi tidak terganggu karena mesin lain
mempunyai sumber yang sama.
3. Menghemat
uang: membangun jaringan dengan komputer-komputer kecil lebih murah
dibandingkan dengan menggunakan mainframe. Data disimpan di sebuah komputer
yang bertindak sebagai server dan computer lain yang menggunakan data tersebut
bertindak sebagai client. Bentuk ini disebut Client-server.
4. Scalability/
skalabilitas: meningkatkan kinerja dengan menambahkan komputer server atau
client dengan mudah tanpa mengganggu kinerja komputer server atau komputer
client yang sudah ada lebih dulu.
5. Medium
komunikasi: memungkinkan kerjasama antar orang-orang yang saling berjauhan
melalui jaringan komputer baik untuk bertukar data maupun berkomunikasi.
6. Akses
informasi luas: dapat mengakses dan mendapatkan informasi dari jarak jauh
7. Komunikasi
orang-ke-orang: digunakan untuk berkomunikasi dari satu orang ke orang yang
lain
8. Hiburan
interaktif
Dalam pengenalan jaringan komputer, pembahasan
dilihat dari dua aspek: perangkat keras dan perangkat lunak. Dalam
perangkat keras pengenalan meliputi jenis transmisi, dan bentuk-bentuk jaringan
komputer atau topologi. Sedangkan dalam pembahasan perangkat lunaknya akan
meliputi susunan protokol dan perjalanan data dari satu komputer ke komputer
lain dalam suatu jaringan.
A. Perangkat
Keras : Klasifikasi Jaringan Komputer
Ada dua klasifikasi jaringan komputer yaitu
dibedakan berdasarkan teknologi
transmisi
dan jarak.
1.
Teknologi Transmisi
Secara
garis besar ada dua jenis teknologi transmisi:
a. Jaringan
broadcast memiliki saluran komunikasi tunggal yang dipakai bersama-sama oleh semua
mesin yang ada pada jaringan. Pesan-pesan berukuran kecil, disebut paket dan
dikirimkan oleh suatu mesin kemudian diterima oleh mesin-mesin yang lainnya.
Bagian alamat pada paket berisi keterangan tentang kepada siapa paket
ditujukan. Saat menerima sebuat paket, mesin akan cek bagian alamat, jika paket
tersebut untuk mesin itu, maka mesinm akan proses paket itu. Jika bukan maka
mesin mengabaikannya.
b. Jaringan
point-to-point terdiri dari beberapa koneksi pasangan individu dari
mesin-mesin. Untuk pergi dari satu sumber ke tempat tujuan, sebuah paket pada
jaringan jenis ini mungkin harus melalui satu atau lebih mesin-mesin perantara.
Seringkali harus melalui banyak rute (route) yang mungkin berbeda jaraknya.
Karena itu algoritma routing memegang peranan penting pada jaringan
point-to-point. Sebagai pegangan umum (walaupun banyak pengecualian), jaringan
yang lebih kecil dan terlokalisasi secara geografis cenderung memakai
broadcasting, sedangkan jaringan yang lebih besar umumnya mengunakan
point-to-point.
2.
Jarak
Jarak adalah hal yang penting sebagai ukuran
klasifikasi karena diperlukan teknik-teknik yang berbeda untuk jarak yang
berbeda. Tabel berikut menggambarkan hubungan antar jarak dan prosessor yang
ditempatkan pada tempat yang sama.
|
Jarak antar prosessor
|
Prosesor di tempat yamg sama
|
Jenis jaringan
|
|
0.1 m
|
Papan rangkaian
|
Data flow machine : kumputer-komputer pararel,
memiliki beberapa unit fungsi yang semuanya bekerja untuk program yang sama
|
|
1 m
|
Sistem
|
Multicomputer,
sistem yang berkomunikasi
dengan
cara mengirim pesan-pesannya
melalui bus* pendek dan sangat cepat.
|
|
10 m
|
Ruangan
|
Local area network (LAN)
|
|
100 m
|
Gedumg
|
Local area network (LAN)
|
|
1 km
|
Kampus
|
Local area network (LAN)
|
|
10 km
|
Kota
|
Metropolitan area network (MAN)
|
|
100 km
|
Negara
|
Wide area network (wan)
|
|
1.000 km
|
Benua
|
Wide area network (wan)
|
|
10.000 km
|
Planet
|
Internet
|
*Jarak
data yang mana bit dikirimkan dalam CPU, antara CPU dan komponen-komponen lain
di mainboard.
Disini secara terbatas dan sederhana dijelaskan
secara singkat LAN, MAN, WAN dan Internet.
a.
LAN:
menghubungkan komputer-komputer pribadi dalam kantor perpusahaan, pabrik atau
kampus: LAN dapat dibedakan dari jenis jaringan lainnya berdasarkan 3
karakteristik: ukuran, teknologi transmisi dan topologi jaringan.
b.
MAN
Merupakan
versi LAN ukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan
LAN. MAN mampu menunjang data dan suara, dan bahkan dapat berhubungan dengan
jaringan televisi kabel. MAN hanya memiliki sebuah atau dua buah kabel dan
tidak mempunyai elemen switching, yang berfungsi untuk mengatur paket melalui
beberapa kabel output.
c.
WAN
Mencakup
daerah geografis yang luas, seringkali mencakup negara atau benua. WAN terdiri
dari kumpulan mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi)
pemakai. Mesin ini disebut HOST. HOST dihubungkan oleh sebuah subnet komunikasi
atau cukup disebut SUBNET. Tugas subnet adalah membawa pesan dari satu host ke
host lainnya. Pada sebagian besar WAN subnet terdiri dari 2 komponen: kabel
transmisi dan elemen switching.
d.
Internet
Terdapat
banyak jaringan di dunia ini, seringkali dengan perangkat keras dan perangkat
lunak yang berbeda-beda. Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap
untuk dapat komunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan
lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali
tidak kompatibel dan berbeda. Kadang menggunakan mesin yang disebut
GATEWAY sebagai penerjemah antar jaringan yang tidak kompatibel. Kumpulan
jaringan yang terkoneksi disebut INTERNETWORK atau INTERNET. Bentuk
INTERNET yang umum adalah kumpulan dari LAN yang dihubungkan oleh WAN.
B. Perangkat
Lunak: Susunan Protokol Jaringan Komputer
Jaringan
diorganisasikan sebagai suatu tumpukan lapisan (layer). Tujuan tiap lapisan
adalah memberikan layanan kepada lapisan yang berada di atasnya. Misal lapisan
1 memberi layanan terhadap lapisan 2. Masing-masing lapisan memiliki protokol.
Protokol adalah aturan suatu "percakapan" yang dapat dilakukan.
Protokol mendefinisikan format, urutan pesan yang dikirim dan diterima antar
sistem pada jaringan dan melakukan operasi pengiriman dan penerimaan pesan.
Protokol lapisan n pada satu mesin akan berbicara dengan protokol lapisan
n pula pada mesin lainnya. Dengan kata lain, komunikasi antar pasangan
lapisan N, harus menggunakan protokol yang sama. Misal, protokol lapisan 3
adalah IP, maka akan ada pertukaran data secara virtual dengan protokol
lapisan 3, yaitu IP, pada stasiun lain.
susunan lapisan (layer)
Pada kenyataannya protokol lapisan n+1 pada
satu mesin tidak dapat secara langsung berbicara dengan protokol lapisan n+1
di mesin lain, melainkan harus melewatkan data dan kontrol informasi ke
lapisan yang berada di bawahnya (lapisan n), hingga ke lapisan paling
bawah. Antar lapisan yang "berkomunikasi", misal lapisan n dengan
lapisan n+1, harus menggunakan suatu interface(antar muka) yang
mendefinisikan layanan-layanannya.
Himpunan lapisan dan protokol disebut arsitektur
protokol. Urutan protokol
yang
digunakan oleh suatu sistem, dengan satu protokol per lapisan, disebut stack
protocol. Agar suatu paket data dapat saling dipertukarkan antar lapisan,
maka paket data tersebut harus ditambahkan suatu header yang menunjukkan
karakteristik dari protokol pada lapisan tersebut. Satu stasiun dapat
berhubungan dengan stasiun lain dengan cara mendefinisikan spesifikasi dan
standarisasi untuk segala hal tentang media
fisik
komunikasi dan juga segala sesuatu menyangkut metode komunikasi datanya. Hal
ini dilakukan pada lapisan 1.
Pemberian
Header pada Lapisan-lapisan
Karena begitu kompleknya tugas-tugas yang harus disediakan
dan dilakukan oleh suatu jaringan
komputer, maka tidak cukup dengan hanya satu standard protokol saja. Tugas yang komplek tersebut harus dibagi menjadi
bagianbagian yang lebih dapat di
atur dan diorganisasikan sebagai suatu arsitektur komunikasi. Menanggapi hal tersebut, suatu
organisasi standard ISO (International Standard Organization) pada
tahun 1977 membentuk suatu komite untuk mengembangkan
suatu arsitektur jaringan. Hasil dari komite tersebut adalah Model
Referensi OSI (Open Systems Interconnection). Model Referensi OSI adalah System Network Architecture
(SNA) atau dalam bahasa Indonesianya
Arsitektur Jaringan Sistem. Hasilnya seperti pada Gambar OSI Layer dan Header
yang menjelaskan ada 7 lapisan (layer) dengan nama masing-masing. Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer
bertanggungjawwab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer
bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar
perangkat,
sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama
proses transfer data berlangsung. Model Layer OSI dibagi dalam dua group:
“upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” focus pada applikasi pengguna
dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer,
bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer
adalah
intisari komunikasi data melalui jaringan aktual. “Open” dalam OSI adalah untuk
menyatakan model jaringan yang melakukan interkoneksi tanpa memandang perangkat
keras/ “hardware” yang digunakan, sepanjang software komunikasi sesuai dengan
standard. Hal ini secara tidak langsung menimbulkan “modularity” (dapat
dibongkar pasang). “Modularity” mengacu pada pertukaran protokol di level tertentu
tanpa mempengaruhi atau merusak hubungan atau fungsi dari level lainnya. Dalam
sebuah layer, protokol saling dipertukarkan, dan memungkinkan komunikasi terus berlangsung.
Pertukaran ini berlangsung didasarkan pada perangkat keras “hardware” dari vendor
yang berbeda dan bermacam‐macam
alasan atau keinginan yang berbeda.
OSI
Layer dan Header
Gambar OSI Layer dan Header juga menggambarkan
header-header yang diberikan pada setiap lapisan kepada data yang dikirimkan
dari lapisan ke lapisan.
osi model : gambaran tiap layer
Setiap lapisan memiliki tugas yang berbeda satu sama
lain. Berikut masing-masing tugas dari tiap lapisan:
1)
Application Layer :
menyediakan layanan untuk aplikasi misalnya transfer file, email, akses suatu
komputer atau layanan.
2)
Presentation Layer :
bertanggung jawab untuk menyandikan informasi. Lapisan ini membuat dua host
dapat berkomunikasi.
3)
Session Layer :
membuat sesi untuk proses dan mengakhiri sesi tersebut. Contohnya jika ada
login secara interaktif maka sesi dimulai dan kemudian jika ada permintaan log
off maka sesi berakhir. Lapisan ini juga menghubungkan lagi jika sesi login
terganggu sehingga terputus.
4)
Transport Layer :
lapisan ini mengatur pengiriman pesan dari hos-host di jaringan. Pertama data
dibagi-bagi menjadi paket-paket sebelum pengiriman dan kemudian penerima akan
menggabungkan paket-paket tersebut menjadi data utuh kembali. Lapisan ini juga
memastikan bahwa pengiriman data bebas kesalahan dan kehilangan paket data.
5)
Network Layer :
lapisan bertanggung jawab untuk menerjemahkan alamat logis jaringan ke alamat
fisik jaringan. Lapisan ini juga memberi identitas alamat, jalur perjalanan
pengiriman data, dan mengatur masalah jaringan misalnya pengiriman paket-paket
data.
6)
Data Link Layer :lapisan
data link mengendalikan kesalahan antara dua komputer yang berkomunikasi lewat
lapisan physical. Data link biasanya digunakan oleh hub dan switch.
7)
Physical Layer :
lapisan physical mengatur pengiriman data berupa bit lewat kabel. Lapisan ini
berkaitan langsung dengan perangkat keras seperti kabel, dan kartu jaringan
(LAN CARD).
Selain referensi model arsitektur protokol OSI, ada
model arsitektur protokol yang umum digunakan yaitu TCP/IP (Transfer Control
Protokol/Internet Protocol). Arsitektur TCP/IP lebih
sederhana dari pada tumpukan protokol OSI, yaitu berjumlah 5 lapisan protokol.
Jika diperhatikan pada Gambar Perbandingan TCP/IP dan OSI, ada beberapa lapisan
pada model OSI yang dijadikan satu pada arsitektur TCP/IP. Gambar tersebut juga
menjelaskan protokol-protokol apa saja yang digunakan pada setiap lapisan di
TCP/IP model.
Beberapa protokol yang banyak dikenal adalah FTP
(File Transfer Protocol) yang digunakan pada saat pengiriman file. HTTP merupakan
protokol yang dikenal baik karena banyak digunakan untuk mengakses
halaman-halaman web di Internet.
Perbandingan
TCP/IP dan OSI
Berikut
penjelasan lapisan layanan pada TCP/IP:
a) Lapian
Application, menyediakan komunikasi antar proses atau aplikasi pada host
yang berjauhan namun terhubung pada jaringan.
b) Lapisan
Transport (End-to-End), menyediakan layanan transfer end-toend. Lapisan
ini juga termasuk mekanisme untuk menjamin kehandalan transmisi datanya.
Layanan ini tentu saja akan menyembunyikan segala hal yang terlalu detail untuk
lapisan di atasnya.
c) Lapisan
Internetwork, fokus pada pemilihan jalur (routing) data dari host
sumber ke host tujuan yang melewati satu atau lebih jaringan yang berbeda
dengan menggunakan router.
d) Layanan
Network Access/Data link, mendefinisikan antarmuka logika antara sistem
dan jaringan.
e) Lapisan
Physical, mendefinisikan karakteristik dari media transmisi, pensinyalan
dan skema pengkodean sinyal.
Aplikasi
Jaringan Komputer
Jaringan komputer saat ini diterapkan hampir dalam
semua tempat seperti: bank, perkantoran, universitas, rumah sakit, bidang
pariwisata, hotel, dan bahkan rumah. Semua ini diawali dengan komputerisasi.
Komputerisasi memberikan kemudahan dalam penyelesaian banyak tugas dan
meningkatkan kebutuhan untuk saling berbagi informasi antar bagian terkait, dan
kebutuhan untuk pengamanan dan penyimpanan data. Kebutuhan tersebut kemudian
dijawab oleh teknolgi jaringan komputer. Hingga saat ini jaringan komputer
sudah menjadi kebutuhan umum masyarakat, dan karena itu pemahaman dasar tentang
jaringan komputer diperlukan,
terutama bagi orang-orang yang
berkecimpung dalam dunia teknolgi informasi.
Sumber pustaka:
Tanenbaum, Andrew.S. Jaringan
Komputer. Jilid 1. Prenhallindo. Jakarta.1997
Williams, Brian.K. Using
Information Technology: A Practical Introduction to
Computers and
Communications. McGrawHilll.NY. 2003.
RoseIndia. What Is OSI
Model?. RoseIndia. Akses online pada URL:
http://www.roseindia.net/technology/networking/osi.shtml. Tgl Akses
10/09/2016.





Komentar
Posting Komentar